APLIKASI PUPUK ORGANIK MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KAKAO (POD) PADA KEBUN KAKAO DI KECAMATAN RILAU ALE KABUPATEN BULUKUMBA
DOI:
https://doi.org/10.33096/balireso.v1i1.7Abstract
Tanaman kakao merupakan salah satu komoditi unggulan Sulawesi Selatan, namun produktivitasnya mengalami penurunan. Penggunaan pupuk Organik dari limbah kakao merupakan salah satu alternatif yang bisa diterapkan dan dikembangkan untuk meningkatkan produktifitas komoditas kakao.Metode yang diterapkan pada pelaksanaan program kegiatan IbM ini adalah pemberian pelatihan Ipteks kepada kelompok tani Mitra. berupa: 1) Pemberian materi wirausaha pada usaha pembuatan bokashi/kompos dari kulit buah (pod) kakao; 2) Pemberian pelatihan dan penyuluhan berupa teori tentang cara penanganan limbah di kebun kakao melalui sanitasi lingkungan kebun., 3). Pemberian pelatihan dan penyuluhan berupa teori tentang cara pemanfatan limbah kulit kakao sebagai bahan pembuatan pupuk organik atau kompos; 4) Pemberian pelatihan dan penyuluhan berupa teori tentang cara pemeliharaan tanaman kakao yang sudah berproduksi secara menyeluruh komprehensip berupa pengendalian hama, penyakit, pemangkasan tanaman dan melakukan panen sering untuk menghindari serangan PBK pada buah kakao; 5) Memberikan pelatihan dan demonstrasi tentang cara pembuatan pupuk organik atau kompos dengan memanfaatkan limbah buah kakao yang ada di sekitar lahan perkebunan.; 6) Memberikan pelatihan dan demonstrasi tentang cara pengemasan pupuk organik atau kompos yang diproduksi. 7) Monitoring kegiatan pemeliharaan tanaman kakao yang dilakukan oleh Mitra; 8) Monitoring kegiatan keberlanjutan proses produksi kakao herbal yang dilakukan oleh Mitra; 9) Monitoring dan evaluasi program kegiatan IbM secara keseluruhan.
Kegiatan pelatihan dan pendampingan pada kelompok tani kakao dapat berlangsung dengan baik dan lancar karena didukung oleh respon yang antusias oleh Mitra; Praktek pelatihan dan pembuatan pupuk kompos dari limbah kulit kakao sangat disenangi oleh mitra karena memberikan pengetahuan yang baru bagi mitra khususnya pemanfaatan limbah kulit buah kakao serta pemberian materi kewirausahaan dan pemeliharaan kebun kakao serta pengemasan pupuk kompos yang mereka hasilkan sehingga mampu memberikan tambahan pendapatan bagi petani mitra.
References
Azhar, I. 1990. Studies on sclerotic layer hardness of cocoa pods. Malaysian Agricultural Research Development Institute (MARDI). Research Journal 18 (1) 63 – 69.
Azhar, I. 2000). Measuring ovipositional preference of the cocoa pod borer, Conopomorpha cramerela (Lepidoptera: Gracillariidae) to various cocoa clones. In C.L. Bong, C.H. Lee., & F.S. Shari (Eds.).
Darmono dan Tri Panji. 1999. Penyediaan Kompos Kulit Buah Kakao Bebas Phytophthora palmivora. Warta Penelitian Perkebunan. V (1). : 33-38.
Dinas Perkebunan, 2011. Statistik Perkebunan Propinsi Sulawesi Selatan. Dinas Perkebunan, Makassar.
Dinas Perkebunan, 2013. Laporan Gernas Kakao. Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Kabupaten Bulukumba
Dirjen Perkebunan. 2009. Statistik Perkebunan Indonesia. Direktorat Jenderal Perkebunan, Jakarta.
Dirjen Perkebunan. 2010. Produksi dan luas areal kakao Indonesia. Diakses dari website http://ditjenbun.deptan.go.id
Flood, J., D. Guest, K.A. Holmes, P. Keane, B. Padi and E. Sulistyowati (2004). Cocoa under attack. In: J. Flood & R. Murphy (Eds.). Cocoa futures: a source book of some important issues confronting the cocoa industry. CABI Commodities, Colombia.
Rahardjo, P. 1999. Perkembangan Bahan Tanam Kakao di Indonesia. Warta Pusat penelitian Kopra dan Kakao (15) 2 : 184 – 189.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with Jurnal Balireso agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.