APLIKASI PUPUK ORGANIK MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KAKAO (POD) PADA KEBUN KAKAO DI KECAMATAN RILAU ALE KABUPATEN BULUKUMBA

Ida Rosada

Sari


Tanaman kakao merupakan salah satu komoditi unggulan Sulawesi Selatan, namun produktivitasnya mengalami penurunan. Penggunaan pupuk Organik dari limbah kakao merupakan salah satu alternatif yang bisa diterapkan dan dikembangkan untuk meningkatkan produktifitas  komoditas kakao.
Metode yang diterapkan pada pelaksanaan program kegiatan IbM ini adalah pemberian pelatihan Ipteks kepada kelompok tani Mitra. berupa:  1) Pemberian materi wirausaha pada usaha pembuatan bokashi/kompos dari kulit buah (pod) kakao; 2) Pemberian pelatihan dan penyuluhan berupa teori tentang cara penanganan limbah di kebun kakao melalui sanitasi lingkungan kebun., 3). Pemberian pelatihan dan penyuluhan berupa teori tentang cara pemanfatan limbah kulit kakao sebagai bahan pembuatan pupuk organik atau kompos; 4) Pemberian pelatihan dan penyuluhan berupa teori tentang cara pemeliharaan tanaman kakao yang sudah berproduksi secara menyeluruh komprehensip berupa pengendalian hama, penyakit, pemangkasan tanaman dan melakukan panen sering untuk menghindari serangan PBK pada buah kakao; 5) Memberikan pelatihan dan demonstrasi tentang cara pembuatan pupuk organik atau kompos dengan memanfaatkan limbah buah kakao yang ada di sekitar lahan perkebunan.; 6) Memberikan pelatihan dan demonstrasi tentang cara pengemasan pupuk organik atau kompos yang diproduksi. 7) Monitoring kegiatan pemeliharaan tanaman kakao yang dilakukan oleh Mitra; 8) Monitoring kegiatan keberlanjutan proses produksi kakao herbal yang dilakukan oleh Mitra; 9) Monitoring dan evaluasi program kegiatan IbM secara keseluruhan.
Kegiatan  pelatihan dan pendampingan pada kelompok tani kakao dapat berlangsung dengan  baik dan  lancar karena didukung oleh respon yang antusias oleh Mitra; Praktek pelatihan dan pembuatan pupuk kompos dari limbah kulit kakao sangat disenangi oleh mitra karena memberikan pengetahuan yang baru bagi mitra khususnya pemanfaatan limbah kulit buah kakao serta pemberian materi kewirausahaan dan pemeliharaan kebun kakao serta pengemasan pupuk kompos yang mereka hasilkan sehingga mampu memberikan tambahan pendapatan bagi petani mitra.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Azhar, I. 1990. Studies on sclerotic layer hardness of cocoa pods. Malaysian Agricultural Research Development Institute (MARDI). Research Journal 18 (1) 63 – 69.

Azhar, I. 2000). Measuring ovipositional preference of the cocoa pod borer, Conopomorpha cramerela (Lepidoptera: Gracillariidae) to various cocoa clones. In C.L. Bong, C.H. Lee., & F.S. Shari (Eds.).

Darmono dan Tri Panji. 1999. Penyediaan Kompos Kulit Buah Kakao Bebas Phytophthora palmivora. Warta Penelitian Perkebunan. V (1). : 33-38.

Dinas Perkebunan, 2011. Statistik Perkebunan Propinsi Sulawesi Selatan. Dinas Perkebunan, Makassar.

Dinas Perkebunan, 2013. Laporan Gernas Kakao. Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Kabupaten Bulukumba

Dirjen Perkebunan. 2009. Statistik Perkebunan Indonesia. Direktorat Jenderal Perkebunan, Jakarta.

Dirjen Perkebunan. 2010. Produksi dan luas areal kakao Indonesia. Diakses dari website http://ditjenbun.deptan.go.id

Flood, J., D. Guest, K.A. Holmes, P. Keane, B. Padi and E. Sulistyowati (2004). Cocoa under attack. In: J. Flood & R. Murphy (Eds.). Cocoa futures: a source book of some important issues confronting the cocoa industry. CABI Commodities, Colombia.

Rahardjo, P. 1999. Perkembangan Bahan Tanam Kakao di Indonesia. Warta Pusat penelitian Kopra dan Kakao (15) 2 : 184 – 189.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.